Merakit / Upgrade Sepeda Gunung, 2nd Step…
Mirip-mirip komputer jangkrik lah. kalo udah kecanduan main game yang berat-berat pastinya kepengen upgrade processor lah, memory, kartu grafis dan lain-lain. Sepeda juga sama aja pengen upgrade crank lah, rd, fd, frame…
Hampir semua teman-teman besepeda di KGC memiliki sepeda gunung yang pasti sudah tidak perawan lagi (salah satu komponennya sudah di ganti dengan yang lebih baik) dengan berbagai alasan tentunya.
Akhirnya RACUN sepeda itu (begitu biasa disebut) mengena juga pada tungganganku
Upgrade berbagai kompenen yang saya lakukan disesuaikan dengan kebiasaan saya bersepeda offroad di medan tanjakan, XC (Cross Country) dan Light AM (All Mountain).
untuk DownHill (DH)…… nggak ikutan deh…..
Yang sudah di Upgrade…
01. Frame (Rangka)
PALMERAH- CIBINONG = 40 KM ; 2,5 Jam NON STOP!
02. Crank (CR) (kayuh + Gear Depan)
03. Shifter
04. Rear Derailur (RD)
Komponen yang bertugas melanjutkan perintah shifter untuk memidahkan tingkat kecepatan pada Cassette (gear belakang) ini juga saya ganti (harus). RD untuk 8 speed yang lama saya ganti dengan RD Shimano XT 2008 (RD-M771-GS) yang sesuai dengan Cassette 9 speed yang saya inginkan. RD Shimano Xt 2008 memiliki beberapa tipe, ada yang standart seperti gambar dan juga ada yang memiliki tuas/tangkai yang pendek agar tidak mudah tekena benturan, tipenya disebut “Shadow”. Tipe “Shadow” lebih mahal beberapa puluh/ ratus ribu rupiah.03. Front Derailur (FD)
Masih Menggunakan Tipe Shimano Deore (tidak uprade). Lebih pada Komponen ini masih bisa digunakan pada Crank dan Frame yang baru.
05. Cassette (CS) (Gear belakang)
06.Cleat Pedal
Komponen yang satu ini tidak memikat semua pengguna sepeda gunung. Penggunaanya pun butuh penyesuaian tersendiri. Bagi pemula, seringkali komponen ini membuat pengendaranya terjatuh dari sepeda yang baru berhenti karena lupa melakukan tindakan pelepasan kait. Alat ini berguna agar cengkraman telapak kaki tidak mudah terlepas dari pedal . Tujuannya agar kayuhan menjadi lebih efisien karena ada “kait” antara pedal dan sepatu (sangat berguna untuk medan tanjakan). Selain Pedal khusus juga dibutuhkan sepatu khusus.07. Chain (CH)
Rantai untuk 9 speed ternyata berbeda untuk 8 speed (alivio,altus). Akhirnya Rantai diganti ke tipe Shimano CN-HG93. Menurut spesifikasi teknisnya ,tipe rantai ini direkomendasi untuk groupset XT. Hati-hati dalam menyambung rantai ini, gunakan pin berwarna hitam sebagai titik sambungnya. Bila asal menyambung/potong tanpa menggunakan pin hitam, rantai akan mudah lepas.08. Rim(s)
A.k.a velg , pelek (betawi). Menggunakan www.alexrims.com tipe SX 44, karena sepeda akan digunakan untuk AM (tidak hanya XC) jadinya pilih yang agak lebar dikit (dibanding tipe EN 24 atau XD Light). Rim ini khusus untuk disc-brake saja. Penampilannya juga lumayan. Kalo lihat-lihat di toko, pilihan warnanya ada hitam, putih dan merah. Pengennya sih pake tipe XD Light tapi udah keburu nafsu ganti wheelset.09. Spoke (Jari-Jari)
Menggunakan jari-jari dari bahan dasar alumunium, walaupun agak mahal tapi lebih ringan. Perbedaan harga dengan jari-jari biasa bisa mencapai seratus ribu rupiah. Sebisa mungkin saya menggunakan komponen yang ringan dan menurut saya seratus ribu tidaklah terlalu mahal. 10. Front Hub dan Rear Hub (FH + RH)
Hub adalah komponen sepeda yang berada ditengah ban dan berfungsi sebagai poros (as). Pada umumnya hub ini terbagi menjadi 2 sistem , yaitu Ball Bearing dan Sealed Bearing. Awalnya saya menggunakan hub Ball Bearing (Shimano Series – VIAM M475), setelah itu saya ganti dengan yang menggunakan Sealed. Alasan utamanya, ternyata sistem Sealed Bearing membuat putara hub menjadi lebih Reliable dan Smooth. Pilihan jatuh Sealed Bearing merk Novatec, Gosh! what an expensive little component…
11.Seat Post
Terpaksa harus ganti ke seatpost Kalloy untuk disesuaikan dengak ukuran frame baru. Frame Merida Matts TFS 900 menggunakan diameter 31 an mm. Karena Seatpost baru ini lumayan berat, rencananya akan saya potong. Maunya sih Seatpist Thomson yang keren dan ringan itu… tapi harganya ituloh… :-pYang akan di upgrade…
01. Brake (BR)
Hayes 9 XC sepertinya boleh juga tuh..
Update 12 Mei 2008:
Menggunakan Brake hidrolik Hayes 9 XC dengan rotor 8 inchi (maunya pake versi stroker, tapi belum masuk indonesia.. hehe). tapi kemahalan J. Baru saja di tes di depan rumah, pakem banget J. Fitur desain flip-flop memungkinkan penempatan tuas rem yang lebih fleksible, rem depan atau belakang bisa ditempatkan di tangan kiri atau kanan (nggak masalah). Great..!!!
02. Fork (Suspensi depan)
Upgrade Kedua item tersebut Nunggu duitnya dulu…hahahaha… , nabung satu tahun lagi kali ye…
Update 31 Desember 2008:
Setelah menunggu satu tahun, akhirnya fork depan menggunakan FOX 32 R (comotan dari giant trance).
Setelah itu harusnya sih SELESAI!!!!!
Pesan Moral: Kalo ingin serius….
gunakan 27 speed (9 x 3) , rem cakram hidrolik , Fork yang ringan dan biar nggak cepat bosan gunakan Frame yang keren (ori atau generik) ! hehe….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar